detail

(Aksi demonstrasi buruh Spanyol (Presstv.com))

Sindonews.com – Serikat pekerja Spanyol mengelar demonstrasi memuntut pemerintah melakukan reformasi tenaga kerja. Mereka juga meminta pemerintah segera mengurangi angka pengangguran. Akibat aksi unjuk rasa itu, jaringan transportasi Spanyol lumpuh.

Aksi demontrasi ini digelar sehari sebelum pemerintah Spanyol berencana melakukan langkah penghematan. Sebelumnya, pada Selasa 27 Maret 2012, pemerintah Spanyol mengatakan bahwa ekonomi Spanyol kembali memasuki resesi. Setelah menguat dua kuartal pada tahun 2011, perekonomian Spanyol mengalami defisit hingga puluhan miliar euro.

Sebagai negara anggota Uni Eropa, jumlah pengangguran Spanyol adalah yang tertinggi. Defisit keuangan membuat keuangan publik menjadi sangat tidak terkontrol. Aksi demonstrasi besar-besaran itu kabarnya dilakukan oleh dua serikat pekerja terbesar di Spanyol. Mereka memprotes undang-undang ke tenaga kerjaan yang dengan mudahnya memecat karyawan.

Undang-undang ketenaga kerjaan yang baru ini dikeluarkan pada Februari lalu. Dalam undang-undang ini mereka juga memotong upah tahunan menjadi 33 hari dari 45 hari.

Sementara itu, pemerintah Spanyol mengatakan bahwa reformasi UU Tenaga Kerja akan menciptakan sebuah sistem yang lebih fleksibel untuk iklim bisnis dan lowongan pekerjaan, dimana selama ini kondisi keuangan stagnan.